Spoiler Film Indonesia Devil On Top (2021)


Suasana kantor yang nyaman dengan gaji yang sesuai, belum tentu membuat para karyawan betah untuk bekerja didalamnya. Hal inilah yang dialami oleh Angga, Richard, Rudi, dan Boni. Setiap hari, mereka harus berhadapan dengan Mbak Sarah. Pimpinan yang mereka anggap "menyebalkan" dikantor.

Hingga suatu ketika, Angga yang diminta untuk memperbaiki Laptop Sarah, justru menemukan sebuah dokumen rahasia yang berisi rencana pemecatan mereka berempat, beserta para karyawan lainnya. Mengetahui hal ini, Angga, Richard, Rudi, dan Boni pun makin bertambah kesal dengan pimpinan mereka ini. Hingga mereka pun akhirnya memutuskan untuk bertaruh. Siapa diatara mereka yang mampu membuat Sarah dipecat, boleh mengambil semua uang yang telah mereka kumpulkan sebagai hadiah taruhan.

Sayangnya, diluar dugaan. Angga justru mulai jatuh hati pada sang bos. Hal ini karena di project terbarunya. Angga terpilih menjadi creative director yang harus bekerjasama dengan Sarah. Intensitas kerja inilah yang akhirnya membuat hubungan mereka menjadi cukup dekat. Hingga Akhirnya Angga tahu. Bahwa bukan Sarah yang hendak memecat mereka, melainkan Pak Firman yang merupakan pemilik perusahaan tersebut.

Tak hanya itu, Angga pun akhirnya tahu bahwa selama ini Sarah terpaksa bekerja di kantor tersebut karena mendapat tekanan dari Pak Firman. Yang tak lain adalah Kakek Bimo. Keponakan yang sejak kecil diurus Sarah dan telah dianggapnya sebagai anak sendiri. Yap, orang tua bimo meninggal sejak ia masih bayi. Dan sejak itu Sarah lah yang harus menggantikan peran kedua orang tua Bimo. Bimo yang terlahir dengan "William sindrom" juga membuat Sarah semakin sulit meninggalkan pekerjaannya. Karena selama ini, Pak Firman lah yang membiayai seluruh pengobatan Bimo, serta kehidupan mereka berdua.

Mengetahui hal ini, Angga mulai enggan meneruskan taruhannya dengan Richard, Rudi, dan Boni. Karena diluar dugaan, bos yang selama ini mereka benci. Ternyata merupakan sosok yang baik dan penyayang dimata Angga. Singkat cerita, Angga dan Sarah tetap meneruskan hubungan percintaan mereka ini tanpa sepengetahuan siapapun. Termasuk Pak Firman dan para sahabat Angga.

Sayangnya, hubungan mereka akhirnya terbongkar. Richard, Rudi, dan Boni yang merasa dikhianati oleh sahabatnya ini, justru meng-edit slide presentasi dengan memasukkan adegan video Sarah dan Angga yang sedang berciuman di ruang fotocopy. Mengetahui hal ini, Pak Firman langsung memecat keduanya. Akibatnya, Sarah tak hanya kehilangan pekerjaan, namun juga kehilangan hak asuh atas Bimo yang amat dicintainya seperti anak sendiri. Sejak saat itu, hubungan Sarah dan Angga terputus

Hingga selang 2 bulan kemudian, Sarah dan Angga kembali dipertemukan dalam sebuah panggilan interview disalah satu perusahaan, yang ternyata sengaja dibuat oleh teman-teman Angga. Yap, setelah kepergian Sarah dan Angga dari perusahaan tersebut. Richard, Rudi, dan Boni pun akhirnya ikut resign dan menuntut pesangon yang menjadi hak mereka pada Pak Firman. Dimana pesangon itulah yang mereka gunakan untuk membuat perusahaan sosial berbentuk Yayasan. Yang telah lama menjadi passion dan cita-cita Angga. Dengan bantuan paman Boni yang juga merupakan seorang pengacara. Hak Asuh atas Bimo pun kembali diperoleh Sarah. Dengan penuh rasa penyesalan Richard, Rudi, dan Boni meminta maaf pada keduanya dan meminta Angga untuk memimpin Yayasan tersebut, dan mengizinkan Sarah untuk memilih posisi yang ingin ditempatinya.

Singkat cerita, Sarah pun dapat meneruskan hubungan percintannya dengan Angga, dan telah memiliki hak asuh penuh atas Bimo.

Well, salah satu pesan moral yang bisa kita pelajari dari film ini adalah jangan terlalu cepat menilai seseorang, sebelum kita mengenalnya lebih dekat :)

Posting Komentar

Halaman

Copyright ©